BNN NTT Mencatat Terdapat Tuju Kawasan Rawan Narkoba di NTT

Senin, 7 Oktober 2019 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang-suarafaktahukum.com.
Narkotika merupakan sala satu sumber kehancuran bagi generasi bangsa,dan masalah tersebut seharusnya di tangani secara baik oleh pemerintah dengan melibatkan semua komponen masyarakat.

Sebab penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luarbiasa yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salasatu dalam Proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Oleh karena itu kejahatan ini harus di berantas dan di tangani secara komprehensif.

Dengan melihat situasi saat ini Narkotika sudah menjadi sangat berbahaya bagi perkembangan bangsa, oleh sebab itu Pemerintah menyeruhkan Perang dan bertindak tegas terhadap segala bentuk kejahatan yang berkaitan dengan
Narkotika.

Peredaran Narkotika di indonesia sudah menjangkau hampir di semua pelosok,termasuk di Wilayah Provinsi NTT. hal ini dibuktikan dengan semakin meningkat nya pihak BNNP NTT berhasil menangkap pengedar dan pengguna beserta barang bukti narkotika di beberapa daerah.

Dari penjelasan kepala seksi pencegahan Narkotika BNN NTT, Markus Raga Djara kepada awak media melalui Press release 4/9/2019 bertempat di kantor BNNP NTT, Bahwa Sebagai upaya untuk melindungi masyarakat NTT dari kejahatan Narkotika, BNNP NTT akan terus meningkatkan dan semakin aktif melakukan langkah langkah preventif yang bertujuan memberikan kekebalan sehingga meningkatnya imunitas masyarakat dari penyalagunaan Narkotika.

Menurut Markus, langkah tersebut diambil sebagai solusi yang paling tepat untuk mematikan pangsa pasar Narkotika di Profinsi NTT. Sehingga di NTT tidak dapat di jadikan lahan yang subur bagi sindikat Narkotika.Oleh sebab itu, pada tahun 2019 BNNP NTT telah melakukan kegiatan pencegahan berupa advokasi dan Deseminasi informasi.

Selanjutnya Markus menjelaskan, Walaupun BNNP NTT mempunyai tekad dan semangat yang tinggi untuk mencegah peredaran Narkotika, namun didalam pelaksanan tugas kususnya di seksi pencegahan banyak sekali kendala dan hambatan yang di alami dalam penyebaran informasi dan upaya pencegahan bahaya Narkotika kepada seluruh komponen masyarakat.

Kendalah yang dialami pihak BNNP NTT saat ini selain luas wilayah Adalah keterbatasan anggaran dalam menjangkau 22 kabupaten/kota di Provisi NTT, keterbatasan anggaran memanfaatkan media yang ada, keterbatasan personil dan SDM, serta
Kurangnya dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah Daerah yang ada di kabupaten.

Walaupun dengan banyak keterbatasan yang ada, BNNP tetap bekerja dengan sebaik mungkin guna melakukan tindakan pencegahan terhadap peredaran Narkotika di wilayah Indonesia kususnya NTT”, demikian kata Markus.

Pada kesempatan yang sama, Kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi NTT Lia Novika Ulya, menyampaikan hasil pemetaan kawasan rawan penyalagunaan dan peredaran gelap Narkoba tahun 2019.

Menurut Lia, Kawasan waspada Narkoba di wilayah Provinsi NTT saat ini terdapa di tujuh kawasan. Kawasan yang di maksut adalah, 1. Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo Manggarai Barat.      2. Kelurahan Kamalaputih, Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur.          3. Desa Wailiti,Kecamatan Alok barat Maumere Kabupaten Sika. 4. Kelurahan Oesapa,Kecamatan Kelapa Lima,Kota Kupang. 5. Desa Silawan,kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.                  6. Kelurahan Kp Baru, kecamatan kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. 7. Kelurahan Alak,kecamatan Alak, Kota Kupang.

Oleh karena itu, intervensi pemberdayaan anti Narkoba pada tahun 2019 diprioritaskan pada 7 kawasan rawan tersebut melalui pemberdayaan penggiat anti Narkoba.

Selanjutnya Lia mengatakan,Dengan menyadari keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh BNN, maka diperlukan pemberdayaan komponen masyarakat untuk ikut berperan serta dalam program pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekursor Narkotika (P4GN) melalui pembentukan penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintah, swasta, pendidikan, dan masyarakat.

Diharapkan para penggiat dan fasilitator anti narkoba dapat mensosialisasikan dan mengimplementasikan rencana aksi program pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba dan prekursor Narkotika (P4GN) pada Lingkungannya masing masing berasaskan kemandirian dan partipasi aktif demikian penjelasan Lia.

Sesui data yang ada pada BNNP NTT saat ini teradapat sebanyak, 36.022 orang yang terlibat sebagai pemakai Narkoba di NTT dan kemungkinan bisa bertambah apabila tidak di lakukan pengawasan dan pencegahan secara lebih baik lagi.(jr)

Berita Terkait

Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS
Beredar Dana Haji Bangun IKN, GP Ansor NTT Minta Masyarakat Jangan Percaya Itu Hoax
Akibat Korupsi Dana Desa, Arnodus Nau Bana dan Arnoldus Sali Feka Dihukum Penjara Selama 4 tahun
Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Perkara Korupsi Pembangunan Puskesmas Inbate TTU
Diduga Satu Kasus Terbit Dua Putusan Berbeda oleh Hakim yang Sama, di PN klas lA Kupang
Yahya Waloni Ditangkap Tim Bareskrim Polri
TNI AD Pastikan 2 Oknum Prajurit Penganiaya Petrus Seuk, Diproses Hukum
Dituduh Mencuri HP Oknum Anggota TNI 1627 Rote Ndao Aniaya Anak dibawa Umur Hingga Pingsan

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 10:24 WITA

Lantik Penjabat Bupati Kupang dan Ende, Ayodhia Kalake Minta Berikan Pengabdian dan Pelayanan yang Tulus

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:45 WITA

Danrem 161/WS Pimpin Ziarah Dalam Rangka HUT Korem 161/WS ke-63 di TMP Dharma Loka Kota Kupang

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:59 WITA

Korem 161/Wira Sakti gelar Tradisi Penerimaan Danrem 161/Wira Sakti

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:48 WITA

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes,S.E.,M.M resmi jabat Danrem 161/Wira Sakti

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Polda NTT Kerahkan 2.957 Peronil dalam OPS Ketupat 2024

Kamis, 4 Apr 2024 - 10:15 WITA

Hukum Kriminal

Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS

Kamis, 28 Mar 2024 - 11:55 WITA

Nasional

Provinsi NTT Raih Sejumlah Penghargaan TOP BUMD Awards 2024

Jumat, 22 Mar 2024 - 11:11 WITA