Dituduh Mencuri HP Oknum Anggota TNI 1627 Rote Ndao Aniaya Anak dibawa Umur Hingga Pingsan

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 11:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rote-Suarafaktahukum.com
Dituduh mencuri Handphone,Oknum anggota TNI 1627 Rote Ndao menganiaya siswa SDI 3 Lobalain hingga tak sadarkan diri.

Dilansir dari Penaemas com. (20/8)
Arbi oktovianus Kota bersama
rekannya yang berinisial Boy menjemput Petrus Seuk (13th) dirumahnya pada hari kamis (19/08) Kira-kirapukul 19.00 Wita, dan dibawah kerumah Boy di Kelurahan Metina, RT/RW.09/03, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao lalu dianiya.

Ayah korban Joni Seuk menjelaskan, Kronologi tindakan kekerasan terhadap anaknya sebagai berikut.

Anaknya yang bernama Petrus Seuk pada Kamis (12/8) dijemput oleh
oknum anggota TNI ( Arbi Oktovianus kota) dengan alasan kalau anaknya mencuri Hand phone milik Arbi.
Setelah itu Arbi mengantar anaknya ke rumah Boy yang diketahui sebagai teman Arbi
Anaknya baru pulang tengah malam tetapi tidak menyampaikan apapun kepada mereka sebagai orangtua.

Kemudian keesokan harinya (Jumat 13/8) korban dicari lagi dengan tujuan untuk melakukan interogasi seputur masalah hilangnya Hand phone. Namun setelah itu korban juga tidak memberitahukan kepada orangtua terkait masalah tersebut

Selanjutnya. Kamis (19/8) sekitar pukul 19:00 Wita korban Petrus Seuk dijemput lagi oleh Arbi, Boy dan sejumlah rekan rekannya. Saat mengetahui kedatangan Arbi Cs, korban ketakutan dan bersembunyi di dalam lemari yang ada dikamar.

Dikamar tersebut korban langsung dianiaya oleh Arbi hingga mulutnya berdarah  dan dibawah lagi ke rumah rekannya Boy  yang juga Anggota TNI di Wilayah Rt 09 Rw 03 Kel. Metina.

Berapa saat kemudian dirinya sebagai ayah bersama isterinya menyusul untuk melihat kejadian yang sedang dialami korban. Setelah tiba dilokasi merekapun menemui Korban sedang dianiaya oleh pelaku.

Ati Seuk Hanas Ibu korban saat ditemui di ruang UGD RSUD Baa yang sedang menjaga korban Jumat (20/8) sekitar pukul  17:10 Wita. menjelaskan, saat Ia bersama suaminya datangi rumah Boy,  terlihat korban dalam keadaan terikat dengan tali berwarna biru pada kedua tangannya  dan tali berwarna kuning pada kedua kaki sambil dianiaya oleh Arbi hingga korban pingsan.
Lalu bapaknya yang tidak tegah melihat keadaan korban mengambil sikap pulang kembali ke rumah.

Selanjutnya, Jelas Ati. setelah kami pulang tinggalkan korban  bersama Arbi dirumah Boy dan rekan rekannya kemudian kita tidak pastikan jam berapa namun korban baru diantar pulang dini hari dalam keadaan telanjang karena pakaian yang dikenakannya sudah dirobek oleh Arbi. Jelas Ati.

Melihat korban dalam keadaan telanjang, Ayah korban meminta untuk dipakaikan pakain baru dibawah kembali karena mereka membawanya kerumah hanya untuk menunjukan tempat Hand phone disembumyikan

Korban yang merasa dirinya tidak mencuri hand phone, tidak dapat menunjukan dimana sesunggunya hand phone milik Arbi berada

Hal tersebut membuat Arbi marah dan saat itu juga Arbi kembali melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tak berdaya kemudian korban kembali lagi dibawah kerumah Boy.

Selanjutnya.  sekitar pukul 09:00 Wita pagi baru korban dibawah pulang kerumah oleh dua orang rekan Arbi namun saat sampai di rumah korban langsung terjatuh pingsan, sehingga oleh keluarga melarikan korban ke RSUD Baa untuk mendapat pertolongan medis.

Jermias  Menda salah satu kakek korban Petrus Seuk yang ditemui di rumah korban mengatakan, pagi harinya sekitar pukul 07:00 pagi Ia mendatangi tempat kejadian yang tidak jauh dari rumahnya untuk melihat keadaan cucunya, namun disana Ia melihat korban sedang terendam dalam drum berisi air penuh.Dengan perasaan hati haru mendengar cucunya meminta pertolongan untuk mengeluarkannya dari dalam drum  kemudian ia mengakat korban keluar dari dalam drum.

dr Salomo di UGD RSUD Ba,a  ketika dikonfirmasi Sekitar Pukul 17:30 Wita, mengatakan, pasien  Petrus Seuk  diterima untuk dirawat sekitar Pukul 12:00 Wita.
Pihaknya sudah melakukan upaya pertolongan kepada Pasien dengan memasang infus dan memberikan obat nyeri untuk dikonsumsi oleh Korban dan akan dilanjutkan dengan cek darah dan sisanya kita observasi.

Dr. Salomo mengakui sesuai rekam data pasien  untuk hasil sementara diognosanya,  korban mengalami nyeri pada tubuh korban dan terlihat luka-luka lecet dibagian wajah dan bagaian tubuh lainnya.
Sementara  untuk luka bakar  belum persis mengetahui sebabnya, sambil berjanji akan memeriksa lebih detail seluruh bagian tubuh pasien Petrus Seuk. Jelas Salomo.

Korban Petrus Seuk di RSUD Baa mengakui dirinya dipukul, diikat hingga pingsan bahkan di bakar dengan api rokok dibagian belakang menggunakan 15 batang rokok. Selain itu pada kemaluan korban ditempel dengan lilin dan odol gigi lalu dibakar dengan api.

Walaupun dirinya diperlakukan demikian, Ia tetap tidak mengakui
mencuri handphone. Tetapi karena tidak tahan dengan siksaan sehingga dirinya mengakui namun tidak dapat mengembalikan handphone.jelasnya.

Kapten Saragih dari Denpom Kupang saat di konfirmasi via telpon seluler  menegaskan, pihaknya akan segera tindak lanjuti.

Terkait proses pihaknya akan meminta langsung hasil visum terhadap korban dari rumah sakit Umum Baa,

Selain itu meminta agar keluarga korban segera membuat laporan resmi kepada pihak Denpom, apa lagi kasus ini dialami oleh anak di bawah umur. Tandasnya.

Pantauan Media di RSUD Baa, Jumat (20/8) sekitar pukul  17:10 Wita korban sedang terbaring dan dijaga oleh ibunya . Saat itu Keadaan korban terlihat lemas, tidak bisa bicara dengan suara jelas. wajah korban bengkak dan memar, luka memar di bagian leher, ditangan, kaki dan dada bagian kiri, sejumlah luka bakar dengan rokok di bagian belakang korban serta sesuai pengakuan korban terdapat luka bakar di kemaluan.

Hingga berita ini dipublikasi, Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Educ Permadi Eko. P.B dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Kepala SD Inpers 3 Lobalain belum berhasil di konfirmasi.(sfh)

Berita Terkait

Dugaan Seorang Pengacara Asal NTT Menggelapkan Uang Klien 1 Miliar Telah Dilaporkan Ke Polisi
Anggota DPR RI asal NTT Kutuk Keras Aksi Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Tengah Berdoa Rosario di Tangsel
Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS
Beredar Dana Haji Bangun IKN, GP Ansor NTT Minta Masyarakat Jangan Percaya Itu Hoax
Akibat Korupsi Dana Desa, Arnodus Nau Bana dan Arnoldus Sali Feka Dihukum Penjara Selama 4 tahun
Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Perkara Korupsi Pembangunan Puskesmas Inbate TTU
Diduga Satu Kasus Terbit Dua Putusan Berbeda oleh Hakim yang Sama, di PN klas lA Kupang
Yahya Waloni Ditangkap Tim Bareskrim Polri

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru