Dugaan Seorang Pengacara Asal NTT Menggelapkan Uang Klien 1 Miliar Telah Dilaporkan Ke Polisi

Selasa, 21 Mei 2024 - 09:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang-Suarafaktahukum com. Trinotji Damayanti, Seorang lbu Rumah Tangga di Kota Kupang
mendatangi Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda NTT Pada hari senin 20 mei 2024 didapingi Kuasa hukumnya Melki Nona SH, untuk membuat laporan terkait dugaan Penipuan dan Penggelapan uang sebesar 1 Miliar yang dilakukan oleh Seorang Pengacara asal NTT.

Usai membuat laporan, kepada awak media Nonci menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula ketika AN mendampingi ibunya dalam perkara perdata ditingkat Pengadilan Negeri kemudian dilanjutkan ke tinggkat banding.

Menurut Oncy, Saat itu AN meminta uang sebesar Rp.350 juta untuk dititipkan ke rekening bank milik AN dengan tujuan memenangkan perkara perdata dimaksut.

” Selain itu, pada bulan oktober 2023 AN meminta lagi uang sebesar sebesar Rp.650 juta sehingga total uang yang telah diberikan kepada AN sebersar Rp. 1 Miliar.

Saat itu AN berjanji bahwa jika perkara perdata yang ditanganinya kalah, maka uang yang telah dititipkan akan dikembalikan.

“Saya juga pernah meminta tanda bukti terima penitipipan namun AN menolak. Hanya membuat dalam selembar kwitansi pinjaman uang pada tgl 9 oktober 2023 jelas Oncy.

Dalam perjalanan jelas oncy, AN tidak dapat memenangkan kasus ibunya. Selanjutnya oncy meminta agar uang dikembalikan. sebab dalam perjajian pinjaman akan dikemalikan dalam waktu satu bulan.

Pada bulan Desember 2023, Oncy
meminta agar uang tersebut dikembalikan tetapi terlapor tidak mengembalikan.

Sementara itu AN yang dikonfirmasi media mengaku bersedia dipanggil dan memberikan keterangan ke penyidik Kepolisian.

“Sebagai Advokat saya siap dipanggil kapan saja oleh penyidik tegas AN.

Menurut AN, Sikap atau langkah yang di ambil Onchi tidak benar karna sampai saat ini dirinya masih ada hubungan hukum sebagai pengacara dan klien dan hari ini statusnya masi kuasa hukum aktif.

“Belum ada pencabutan kuasa sehingga tidak bisa dipidanakan, karna ada hak imunitas kita sebagai advokat ujarnya.

Terkait dengan pinjaman, AN menjelaskan dirinya telah melakukan pengembalian dengan cara mentransfer
Rp.350 juta untuk tahap pertama sedangkan tahap kedua direncanakan bayar tanggal 30 mei. Tapi saya kaget kenapa saya dilaporkan ungkapnya. (sfh)

 

 

Berita Terkait

Anggota DPR RI asal NTT Kutuk Keras Aksi Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Tengah Berdoa Rosario di Tangsel
Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS
Beredar Dana Haji Bangun IKN, GP Ansor NTT Minta Masyarakat Jangan Percaya Itu Hoax
Akibat Korupsi Dana Desa, Arnodus Nau Bana dan Arnoldus Sali Feka Dihukum Penjara Selama 4 tahun
Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Perkara Korupsi Pembangunan Puskesmas Inbate TTU
Diduga Satu Kasus Terbit Dua Putusan Berbeda oleh Hakim yang Sama, di PN klas lA Kupang
Yahya Waloni Ditangkap Tim Bareskrim Polri
TNI AD Pastikan 2 Oknum Prajurit Penganiaya Petrus Seuk, Diproses Hukum

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru