Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TTS – Suarafaktahukum.com
Ivoni Lusyana Karolina Non, ibu rumah tangga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melaporkan suaminya Herto Oematneu terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya pada Januari 2024 lalu.

“Kasus KDRT ini sudah saya laporkan ke Polres TTS. Saya juga minta agar suami saya ditahan, karena saya merasa terancam,” kata Ivony kepada wartawan, Seni, 25 Maret 2024.

Dia mengisahkan kasus KDRT sudah sering dialaminya setelah suaminya membawanya dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tinggal bersamanya di Desa Kapan, TTS.

Laporan ini bermula dari pemukulan yang dilakukan suaminya hanya karena dirinya menyumbang kopi dan susu masing-masing satu renteng ke anak yatim piatu pada Desember 2023 lalu.

“Dia marah karena saya menyumbang bagi anak panti asuhan, sehingga saya dipukul,” kisahnya.

Menurut dia, setelah melakukan laporan polisi, keduanya diminta Damai dengan menandatangani surat pernyataan, namun setelah itu, suaminya kembali melakukan aksi yang sama.

“Pada 28 Januari 2024 saya dipukul lagi, maka saya lapor lagi ke polisi untuk diproses hukum,” kisahnya.

Namun dia mengaku merasa terancam dari suaminya karena mengancam akan membunuhnya jika bertemu. “Saya takut, dia (suaminya) ancam akan bunuh saya kalau ketemu. Sekarang saya takut keluar rumah,” katanya.

Karena itu, dia meminta aparat kepolisian TTS untuk menahan pelaku KDRT (Suaminya) sehingga dia bisa merasa aman untuk beraktifitas seperti biasa.

“Harapan saya pelakunya ditahan, saya datang mencari keadilan,” pintanya.***

Berita Terkait

Dugaan Seorang Pengacara Asal NTT Menggelapkan Uang Klien 1 Miliar Telah Dilaporkan Ke Polisi
Anggota DPR RI asal NTT Kutuk Keras Aksi Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Tengah Berdoa Rosario di Tangsel
Beredar Dana Haji Bangun IKN, GP Ansor NTT Minta Masyarakat Jangan Percaya Itu Hoax
Akibat Korupsi Dana Desa, Arnodus Nau Bana dan Arnoldus Sali Feka Dihukum Penjara Selama 4 tahun
Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Perkara Korupsi Pembangunan Puskesmas Inbate TTU
Diduga Satu Kasus Terbit Dua Putusan Berbeda oleh Hakim yang Sama, di PN klas lA Kupang
Yahya Waloni Ditangkap Tim Bareskrim Polri
TNI AD Pastikan 2 Oknum Prajurit Penganiaya Petrus Seuk, Diproses Hukum

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru