Pengecara Penggugat Protes Mengapa Bukti Surat Harus Terlipat Didepan Hakim

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarafaktahukum.com – Kupang, Gelar perkara sidang perdata antara MM sebagai ahli waris debitur Welem Dethan (alm) selaku penggugat melawan Bank Christa Jaya Kupang selalu tergugat kembali digelar di PN Kupang pada Kamis, (10/10/2019).

MM sebagai ahli waris debitur didamping oleh kuasa hukumnya dari kantor pengacara Herry F.F Battileo, SH.MH dan Rekan. Sedangkan pihak bank Christa Jaya didampingi oleh 2 orang legalnya Denny dan Yunus Laiskodat. Agenda sidang yang digelar adalah pembuktian surat para pihak.

Seperti pantauan media ini disela- sela sidang berlangsung menampakan ke dua belah pihak antara penggugat dan tergugat saling memperlihatkan bukti surat kepada majelis hakim. Sidang yang digelar tersebut dipimpin ketua majelis hakim Nuril Huda, SH.M.Hum didampingi hakim anggota Fransiskus Mamo, SH dan A. A Gde Oka.

Sekitar kurang lebih 1 jam masing- masing pihak bergantian menunjukan copyan bukti surat yang dikonfrontir oleh lampiran bukti aslinya. Tampak tim kuasa hukum MM, E. Nita Juwita, SH.MH sempat mempertanyakan sebuah bukti dari tergugat yang berada dalam posisi terlipat. Sang pengacara itu meminta kepada majelis hakim untuk membukanya.

Suasana alot pun terjadi beberapa menit berselang dan akhirnya lipatan bukti surat tergugat itu dibuka. Setelah dilihat isi bukti surat tersebut terdengar kuasa hukum penggugat mengatakan bahwa surat dimaksud diragukan sembari menunjukan kepada majelis hakim. Terlihat saling lempar argumen diantara majelis hakim, kuasa hukum penggugat dan kuasa hukum tergugat.

Ada beberapa kali bukti dari tergugat dipersoalkan oleh penggugat karena terdapat revisi dari bukti sebelumnya. Namun akhirnya dapat terselesaikan didepan majelis hakim.

Usai sidang awak media ini pun mencoba mengkonfirmasi kuasa hukum penggugat yakni Herry F.F Battileo, SH.MH dan E. Nita Juwita, SH.MH terkait fakta persidangan. Diakui Nita bahwa benar ada bukti surat dari tergugat yang terlipat sehingga pihaknya meminta untuk membuka.

Awalnya ketua majelis hakim tidak mengijinkan untuk membuka, namun anggota majelis hakim lainnya mengijinkan dan disepakati untuk membuka lipatan surat itu.

“Ada satu bukti surat tergugat dalam posisi terlipat sehingga kami mohon kepada majelis hakim untuk membukanya agar diketahui isinya. Awalnya ketua majelis hakim menolak untuk membuka lipatan bukti surat itu, namun anggota majelis hakim lainnya mengijinkan sehingga akhirnya disepakati lipatan bukti surat dibuka”. Jelas Nita.

Kuasa hukum penggugat lainnya Herry F.F Battileo, SH MH pun menambahkan bahwa lipatan surat tergugat itu ternyata berisikan analisa atas kebutuhan longgar tarik debitur.

“Setelah dibuka bukti lipatan surat tergugat itu, ternyata berisikan analisa kebutuhan longgar tarik debitur. Kami juga periksa surat tersebut dan kami meragukan bukti itu, sehingga kami tunjukan kepada majelis hakim. Hal lain, mengapa bukti surat itu harus terlipat didepan hakim, kita kan harus tahu apa isi bukti- bukti yang ditunjukan”. Tegas Herry.

Lanjut Herry, ada belasan bukti surat tergugat yang masih diragukan pihaknya selaku penggugat. Namun sebagai kuasa hukum dirinya menyerahkan sepenuhnya proses perkara ini ke dalam ranah penilaian majelis hakim serta patuh dan tunduk pada putusan yang ada nantinya.

Sidang berikutnya disepakati pada Kamis, (17/10/2019) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari penggugat.(Das/jr)

Berita Terkait

Dugaan Seorang Pengacara Asal NTT Menggelapkan Uang Klien 1 Miliar Telah Dilaporkan Ke Polisi
Anggota DPR RI asal NTT Kutuk Keras Aksi Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Tengah Berdoa Rosario di Tangsel
Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS
Beredar Dana Haji Bangun IKN, GP Ansor NTT Minta Masyarakat Jangan Percaya Itu Hoax
Akibat Korupsi Dana Desa, Arnodus Nau Bana dan Arnoldus Sali Feka Dihukum Penjara Selama 4 tahun
Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Perkara Korupsi Pembangunan Puskesmas Inbate TTU
Diduga Satu Kasus Terbit Dua Putusan Berbeda oleh Hakim yang Sama, di PN klas lA Kupang
Yahya Waloni Ditangkap Tim Bareskrim Polri

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru