PMKRI Cabang Ende Mendesak kejati NTT Melakukan Penyelidikan Terhadap Proyek Air Bersih di Nuabosi

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 12:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE -SUARA FAKTA HUKUM, Sesuai keluhan masyarakat di Dataran Nuabosi Kecamatan Ende, Kabupaten Ende terkait mubazirnya proyek air bersih tahun 2017 lalu yang menelan anggaran sebesar Rp 4,7 miliar, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende mendesak kejaksaan Tinggi NTT Untuk segera melakukan tindakan hukum. Hal Tersebut disampaikan Ketua PMKRI Cabang Ende, Firmus Rigo Kepada media ini Kamis (24/10)

Firmus Rigo mengatakan masyarakat Nuabosi yang terdiri dari 5 desa tersebut yakni desa Ndetundora 1, Ndetundora 2,Ndetundora 3, Desa Randotonda dan Desa Embeteru sangat kesulitan air bersih apalagi seperti musim kemarau seperti ini.

” Kita sudah advokasi lama, sejak tahun lalu proyek air bersih tersebut sama sekali belum dinikmati oleh warga Nuabosi. Dugaan saya pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan proyek tersebut” ungkap Firmus Rigo.

Dirinya mengatakan secara teknik ini proyek diduga tidak sesuai perencanaan sehingga sampai saat ini mubazir dan masyrakat sudah sangat kesal dengan proyek tersebut.

Jelasnya, PMKRI Sudah pernah menyuarakan persoalan tersebut namun sampai saat ini tidak ada penyelesaian dari penegak hukum yang ada di Ende, maka dengan ini PMKRI mendesak Kejaksaan Tinggi NTT untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan proyek mubazir tersebut.

” Ini anggaran besar, jadi kita minta agar Kejati NTT yang lakukan Pulbaket saja. Apakah ada dugaan korupsi atau tidak itu tugasnya penegak hukum”
ungkap Firmus Rigo.

Sementara itu, salah seorang warga Nuabosi, Angan Riwu yang dimintai komentarnya membenarkan adanya proyek air bersih di Dataran Nuabosi mubasir sejak tahun 2017 lalu.
” Benar ada proyek air bersih tahun 2017 sampai saat ini masih belum dinikmati oleh warga Nuabosi dan sekitarnya ” ungkap Angan Riwu.

Ia menyampaikan, pihaknya sangat mengharapkan pemerintah daerah Kabupaten Ende melalui dinas terkait agar bisa bertanggung jawab soal proyek tersebut. (R.L.M)

Berita Terkait

Dugaan Seorang Pengacara Asal NTT Menggelapkan Uang Klien 1 Miliar Telah Dilaporkan Ke Polisi
Anggota DPR RI asal NTT Kutuk Keras Aksi Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Tengah Berdoa Rosario di Tangsel
Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS
Beredar Dana Haji Bangun IKN, GP Ansor NTT Minta Masyarakat Jangan Percaya Itu Hoax
Akibat Korupsi Dana Desa, Arnodus Nau Bana dan Arnoldus Sali Feka Dihukum Penjara Selama 4 tahun
Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Perkara Korupsi Pembangunan Puskesmas Inbate TTU
Diduga Satu Kasus Terbit Dua Putusan Berbeda oleh Hakim yang Sama, di PN klas lA Kupang
Yahya Waloni Ditangkap Tim Bareskrim Polri

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru