Polres Ende Di Duga Tak Berdaya Menghadapi 7 Oknum Anggota Dewan

Rabu, 8 Mei 2019 - 10:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOROTAN PUBLIK

Polres Ende, “hebat” kalau menangani kasus kriminal yang berkaitan dengan pelakunya masyarakat kecil . Tapi kasus yang melibatkan 7 orang anggota dewan kabupaten Ende, senilai 3, 5 miliar kepada Perusahan Air Minum Kabupaten Ende , terkesan mereka belum mampu menangani kasus tersebut .Hal itu dapat dibuktikan usia kasus yang mereka tangani sudah mencapai empat tahun lebih. Informsi yang diperoleh dari tim investigasi bahwa barang bukti dan petunjuk sudah mereka miliki tapi untuk menindak lanjuti seperti mereka “tak mampu” .
Kuat dugaan kasus gratifikasi itu ada konsipirasi politik yang di duga “ada elit politik yang ikut membekap kasus tersebut “, sehingga meredam kasus tersebut untuk tidak boleh di tindak lanjuti sampai kemeja hijauh . Atau kuat dugaan oknum penyidik ikut bermain agar kasus ini di diamkan dan tak perlu di tindak lanjuti . Kondisi yang demikian jika benar maka sangat memalukan dan menggelikan karena masyarakat menilai kinerja penyidik yang menangan kasus tersebut sepertinya tanda – tanda untuk memproses 7 orang oknum anggota dewan sepertinya belum bisa .
Menurut Ketua Devisi Investifigasi Lembaga Pengawasan Apratur Negara RI Makassar , Frans Kato ,kasus “dana gratifikasi yang ditangani Penyidik Polres Ende , di duga ” mirip tarian poco – poco” , satu langkah kedepan, satu langkah kesamping , dua langkah kebelakang dan hasil ahkirnya jalan di tempat . sedangkan maju jalan kita masih tunggu kapan mereka lakukan . Kasus tersebut tidak berat di tangani oleh penyidik Polres Ende kalau mereka serius menangani kasus tersebut .
Kasus itu sepertinya menjadi bahan tertawa masyarakat karena menggelikan karena mencoreng muka sendiri lembaga legis latif yang mereka hormati . Masyarakat juga marah besar karena ada oknum anggota dewan yang rakus dengan barang duniawi dan tak pernah merasa puas dengan gaji yang besar , uang jalan dan tunjang lainnya . Anehnya perbuatan mereka masih ada juga “orang – orang yang melindungi”, kuat dugaan yang melindung mereka itu ,ikut mendapat bagian dari percikan “uang haram “itu .
Keterkaitan dengan dana gratifikasi yang kuat dugaan di terima 7 orang oknum anggota dewan tersebut yakni HERY Wady , Fian Moa Mesi , Yohanes Pela , Orba K Ima , Sabri Indra Dewa , Abdul Kadir Hasan , Fransiskus Taso, kasus tersebut sangat merugikan masyarakat kabupaten Ende .
Oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat kabupaten Ende untuk mengawasi perkembangan kasus tersebut sampai sejauh mana yang dilakukan oleh penyidik.
Para Aktivis diharapkan jangan henti – henti menyuharakan kasus tersebut , jika ada elit politik yang menghalangi untuk jangan memproses kasus tersebut diharapkan jangan menyerah se belum kasus ini diproses sampai ke mejah hijauh .
Percayalah kebenaran tak dapat dikalahkan oleh kekuatan manapun . “Kalau masyarakat kabupaten Ende ngotot ” bersama para aktivis merupakan hal yang wajar dan dapat diterima dengan ahkal sehat karena dana yang di duga di rampok oleh oknum anggota dewan tersebut merupakan uang dari hasil rakyat yang membayar pajak dan retrebutsi .Coba anda bayangkan jika kita terlambat membayar pajak kita sudah mendapat teguran keras dari petugas. Sedangkan 7 orang oknum anggota dewan tersebut yang jelas – jelas mereka trima uang , kasusnya mereka sampai hari ini belum di proses nah hal itu jika kita yang lakukan pasti sudah di proses .
Kasus tersebut jika sampai demikian masyarakat akan menilai hukum di negri kita seperti tajam kebahwa dan tumpul keatas . Kalau POLRES ENDE serius menangani kasus tersebut sudah lama kasus itu di sidang karena usia kasus itu usianya sudah mencapai empat tahun lebih .
Karena tarik ulurnya kasus tersebut dapat menimbulkan beragam pendapat di tengah masyarakat .
Kasus ini masyarakat menilai aneh bin ajaib karena Polres Ende belum melaksanakan perintah Pengadilan Negri Ende atas putusan praperadilan Nomor 02 / PID / PROP / 2018 / PN . ENDE . Sebagaimana tercatat dalam laporan informasi Nomor : Ll / O6 / X /2015 ./ Reskrim tanggalr 5 Oktober 2015. Dan buktinya mereka belum laksanakan.
Sehubung dengan kasus 7 orang oknum anggota dewan tersebut supaya jelas , Kapolres Ende dapat memberi keterangan kendalanya dimana sampai begitu lama belum juga kunjung selesai dan siapa – siapa yang menekan terhadap kasus ini untuk jangan di proses terhadap tujuh orang kuat di ende yang membuat Polres Ende seperti tak berdaya menghadap mereka. Oleh karena itu masyarakat mengharapkan Hukum bisa menjadi Panglima untuk mengadil seadil adilnya terhadap mereka yang di diduga Korupsi uang rakyat .

Penulis : Frans Kato

Berita Terkait

Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS
Beredar Dana Haji Bangun IKN, GP Ansor NTT Minta Masyarakat Jangan Percaya Itu Hoax
Akibat Korupsi Dana Desa, Arnodus Nau Bana dan Arnoldus Sali Feka Dihukum Penjara Selama 4 tahun
Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Perkara Korupsi Pembangunan Puskesmas Inbate TTU
Diduga Satu Kasus Terbit Dua Putusan Berbeda oleh Hakim yang Sama, di PN klas lA Kupang
Yahya Waloni Ditangkap Tim Bareskrim Polri
TNI AD Pastikan 2 Oknum Prajurit Penganiaya Petrus Seuk, Diproses Hukum
Dituduh Mencuri HP Oknum Anggota TNI 1627 Rote Ndao Aniaya Anak dibawa Umur Hingga Pingsan

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 10:24 WITA

Lantik Penjabat Bupati Kupang dan Ende, Ayodhia Kalake Minta Berikan Pengabdian dan Pelayanan yang Tulus

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:45 WITA

Danrem 161/WS Pimpin Ziarah Dalam Rangka HUT Korem 161/WS ke-63 di TMP Dharma Loka Kota Kupang

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:59 WITA

Korem 161/Wira Sakti gelar Tradisi Penerimaan Danrem 161/Wira Sakti

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:48 WITA

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes,S.E.,M.M resmi jabat Danrem 161/Wira Sakti

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Polda NTT Kerahkan 2.957 Peronil dalam OPS Ketupat 2024

Kamis, 4 Apr 2024 - 10:15 WITA

Hukum Kriminal

Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS

Kamis, 28 Mar 2024 - 11:55 WITA

Nasional

Provinsi NTT Raih Sejumlah Penghargaan TOP BUMD Awards 2024

Jumat, 22 Mar 2024 - 11:11 WITA