Gubernur Minta Hindari Kolaborasi Semu

Sabtu, 19 Februari 2022 - 13:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang – Suarafaktahukum.com
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta semua pemangku kepentingan yang terkait dengan penanganan bencana agar menghindari kolaborasi cangkang. Sinergitas harus nampak dalam output dan out come yang signifikan.

“Kita hendaknya tidak terjebak di dalam kolaborasi yang saya sebut sebagai kolaborasi cangkang. Yang saya maksudkan kolaborasi cangkang adalah kolaborasi semu, pihak-pihak yang terlibat dibatasi oleh ego sektor yang menjadi cangkang pembatas kolaborasi. Nampak sama-sama bekerja tetapi tidak bekerja sama, pihak-pihak yang berkolaborasi tidak saling mengetahui apa yang diketahui dan dikerjakan oleh pihak lain,” kata Gubernur VBL dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) VII Kupang,Kolonel Laut (P) Heribertus Yudho Warsono saat menjadi Komandan Upacara Apel Siaga Cuaca Ekstrem di Lapangan Polda Kupang, Jumat (18/2).

Apel yang dihadiri oleh unsur TNI, Polri, Basarnas, Polisi Pamong Praja Provinsi NTT, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT tersebut bertujuan untuk membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi keadaan darurat akibat cuaca ekstrem. Juga untuk memastikan ketersediaan dan kesiapan berbagai peralatan penangulangan bencana; meningkatkan koordinasi, kolaborasi serta memastikan peran setiap stake holder dalam penanggulangan bencana cuaca ekstrem. Apel ini juga dimaksudkan untuk memastikan aktifnya Pos Komando Siaga Cuaca Ekstrem di setiap unit yang disatukan dalam Pos Komando Tanggap Darurat tingkat Provinsi NTT.

Gubernur mengingatkan, Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk wilayah yang rawan bencana. Data menunjukkan sejak tahun 1982 sampai dengan 2021 telah terjadi 811 kejadian bencana di NTT.

“Jika dipilah berdasarkan faktor penyebab, 16% atau 131 kejadian bencana non alam dan 84% atau 680 kejadian bencana alam. Sementara itu jika dilihat lebih jauh, terdapat 95% atau 643 bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, kekeringan dan kebakaran. Sisanya 5% atau 37 kejadian bencana non hidrometeorologis seperti gempa bumi, erupsi gunung api dan tsunami,” jelas Gubernur dalam sambutannya.

Lebih lanjut Gubernur mengungkapkan pada tahun 2022 telah terjadi 34 kejadian bencana yang terdiri dari angin kencang 4 kejadian, angin puting beliung 1 kejadian, banjir 7 kejadian, banjir bandang 2 kejadian, banjir dan longsor 5 kejadian, kebakaran rumah 2 kejadian, dan tanah longsor 13 kejadian. Akibatnya 2 korban jiwa meninggal, 65 rumah dan 2 fasilitas umum mengalami kerusakan serta kerugian material lainnya.

“Bencana Siklon Tropis Seroja bulan April tahun 2021 telah memberikan kita banyak pelajaran berharga. Kita mesti berbenah dan menguatkan kordinasi dan kolaborasi di dalam upaya penanggulangan bencana di NTT,” kata Gubernur VBL.

Pada akhir sambutannya Gubernur meminta pemerintah Kabupaten/Kota di NTT agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi cuaca dari BMKG serta mengaktifkan posko siaga bencana.

“Pemerintah kabupaten/kota juga harus mampu menetapkan titik evakuasi aman dan memastikan ketersediaan dukungan logistik dalam situasi darurat. Saya minta para bupati/walikota untuk menggerakan warga agar membersihkan pohon yang mudah patah dan rapuh di sekitar rumah, kantor dan dekat fasilitas umum. Termasuk juga menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas Gubernur dalam sambutannya.(sfh)

 

Berita Terkait

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023
Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti
Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste
Lantik Penjabat Bupati Kupang dan Ende, Ayodhia Kalake Minta Berikan Pengabdian dan Pelayanan yang Tulus
Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT
Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi
Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru