Gubernur VBL Panen Bawang Merah Lokananta di Oesao Kabupaten Kupang

Selasa, 28 September 2021 - 19:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang – Suarafaktahukum.com.Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Bupati Kupang, Korinus Masneno melakukan panen perdana komoditas Bawang Merah varietas Lokananta dengan Metode tanam TSS (True Seed Shallots) di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, pada Selasa (28/9/2021).

Turut hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT, Maria Nuban Saku, Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Nasir Abdullah, Staf Khusus Gubernur NTT, Tony Djogo, Camat Kupang Timur, Deny Adoe, serta Lurah Oesao, Vasco Soares.

Gubernur Laiskodat dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus membantu petani termasuk petani bawang merah di Oesao dan sekitarnya untuk dapat meningkatkan produksi serta distribusi komoditas Bawang.

“Hasil yang luar biasa, terkait hal ini kami akan bantu untuk mendapatkan solusi dari kendala distribusi setelah panen, terlebih ada beberapa daerah di NTT juga yang susah bawang, contohnya Sumba dan tentu saja akan kita kirim juga keluar NTT,” ungkapnya.

“Oleh karena itu saya minta agar para kelompok tani untuk konsisten tingkatkan hasil produksi dan jangan malas. Para pendamping penyuluh pertanian bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten juga saya tuntut untuk selalu turun ke lapangan bersama para Petani. Di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang, kita punya potensi yang luar biasa dengan area lahan yang sangat luas dan menjanjikan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pertanian. Maka dari itu jangan pernah sia-siakan semua potensi lahan pertanian tersebut,” tegas Gubernur Laiskodat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan bahwa kegiatan menanam bawang merah ini juga merupakan salah satu bentuk pemulihan ekonomi, program pengembangan bawang merah varietas Lokananta oleh para kelompok tani di Kelurahan Oesao yang Ia harap juga dapat diadopsi di daerah-daerah lain di Kabupaten Kupang.

“Lahan pengembangan tanaman Bawang Merah ini melibatkan dua kelompok tani yakni Kelompok Tani Maju Bersama dan Fajar Pagi dengan luas lahan satu hektar dimana estimasi panen kita mencapai 20 Ton,” jelas Bupati Korinus.

“Potensi panen tanaman Bawang Merah yang cukup tinggi dengan waktu yang tidak terlalu lama, maka diharapkan petani dapat mengelola dengan baik dengan menerapkan teknologi baru (TSS) yang telah dikenalkan, sehingga ujung-ujungnya kesejahteraan petani dapat kita capai. Saya pun berharap program ini dapat kita maksimalkan di daerah-daerah lain di Kabupaten Kupang, dikarenakan kita punya potensi lahan yang bagus,” Harap Bupati.

Untuk diketahui Teknologi pemanfaatan TSS (True Seed Shallots) merupakan alternatif untuk produksi bawang merah yang lebih efektif dan efisien dibandingkan penggunaan tanam umbi, dimana TSS adalah biji bawang merah yang ditanam dalam waktu tertentu (4-5 bulan) dan diproses sebagai benih.

Jika biasanya untuk menanam bawang merah dengan luas lahan satu hektar membutuhkan umbi benih sebanyak 1,2 ton – 2 ton, namun dengan metode tanam TSS, jelas lebih efisien karena ukurannya yang hanya sekitar 0,05 gram sehingga kebutuhan benih untuk lahan satu hektar hanya membutuhkan sekitar 3 – 7 kg benih. Hal ini jelas akan menghemat biaya operasional produksi dan memiliki prospek yang tinggi untuk pasar ekspor. (Sfh)

 

Berita Terkait

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023
Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti
Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste
Lantik Penjabat Bupati Kupang dan Ende, Ayodhia Kalake Minta Berikan Pengabdian dan Pelayanan yang Tulus
Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT
Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi
Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru