Presiden Jokowi Minta Jajarannya Sosialisasikan Kebijakan Pemerintah kepada Masyarakat dengan Baik

Minggu, 3 November 2019 - 12:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarafaktahukum.com. Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk dapat menyosialisasikan segala kebijakan yang diambil pemerintah kepada masyarakat dengan baik dan jelas sehingga muncul kesamaan persepsi dan tidak menimbulkan bias informasi di antara kedua pihak. Presiden mengamati bahwa saat ini terdapat kecenderungan yang mengakibatkan mudahnya situasi bergejolak oleh karena penyampaian dan pengelolaan isu yang kurang dipahami oleh masyarakat.

Demikian diutarakan Presiden saat memimpin rapat terbatas terkait penyampaian program-program di bidang politik, hukum, dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

“Kita harus waspada terhadap politik dunia yang sekarang ini ada kecenderungan untuk mudah sekali bergejolak,” ujarnya dalam sesi pengantar rapat terbatas.

Presiden mencontohkan dinamika yang baru-baru ini terjadi di Chile dengan pemicunya ialah isu mengenai kenaikan tarif layanan transportasi sebesar 4 persen. Desakan yang ada membuat pemerintah setempat melakukan perombakan secara besar-besaran di kabinetnya.

“Tetapi itu pun juga tidak meredam gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung pada anarkisme,” kata Presiden.

Hal-hal seperti itu, menurutnya, harus dapat dijadikan pelajaran dan pengalaman. Presiden meminta agar kebijakan dan program-program yang digulirkan pemerintah benar-benar dapat dipahami maksudnya oleh masyarakat luas.

“Misalnya ini urusan yang berkaitan kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Kalau cara kita menerangkan tidak jelas, masyarakat menjadi rancu. Dibacanya kelihatannya kita ini ingin memberatkan beban yang lebih banyak kepada rakyat,” ucapnya.

Padahal, berkaitan dengan isu tersebut, pemerintah selama ini justru telah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis ke fasilitas-fasilitas kesehatan di daerah. Informasi-informasi seperti ini yang seringkali tidak diketahui dan dipahami oleh masyarakat.

“Supaya kita semua tahu, tahun 2019 kita telah menggratiskan 96 juta rakyat kita yang pergi ke rumah sakit yang ada di daerah. Kita gratiskan lewat PBI (Penerima Bantuan Iuran),” tuturnya.

Selain itu, pemerintah sebenarnya juga sudah memberikan perhatian besar bagi bantuan jaminan sosial di bidang kesehatan tersebut. Anggaran sebesar kurang lebih Rp48,8 triliun disubsidikan oleh pemerintah untuk hal tersebut pada tahun 2020.

“Ini kita sudah subsidi dari APBN itu gede banget, tapi kalau cara kita menerangkan tidak pas, hati-hati, dipikir kita ini memberikan beban yang berat kepada masyarakat miskin,” tandasnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk kebijakan-kebijakan lainnya seperti salah satunya di bidang ketenagakerjaan. Maka itu, Presiden meminta agar jajarannya membuka jalur komunikasi yang lebih luas kepada masyarakat agar dapat memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat.

“Saya minta kepada Pak Menkopolhukam untuk secara intensif melakukan deteksi dini, membuka komunikasi yang seluas-luasnya kepada semua pihak baik kelompok buruh, media, ormas-ormas agama, LSM, NGO, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya,” (Erlin Suastini)

Berita Terkait

Provinsi NTT Raih Sejumlah Penghargaan TOP BUMD Awards 2024
Penjabat Gubernur NTT Hadiri Sarasehan DPD RI Bersama Calon Presiden 2024
Bidhumas Polda NTT Raih Penghargaan Bergengsi di Hari Jadi Ke-72 Humas Polri
Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake Hadiri Rakor Pj Kepala Daerah Se-Indonesia, Berikut Arahan dari Presiden Jokowi
Danrem 161/Wira Sakti bersama Pangdam IX/Udayana dampingi Panglima TNI hadiri Puncak Hari Maritim Nasional.
Danrem 161/WS Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan HUT TNI ke-78 Tahun 2023
Penjabat Gubernur NTT Hadiri Event Istana Berbatik
Menlu Retno Marsudi Kenakan Pakaian Motif Manggarai NTT di Sidang Majelis Umum PBB
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru