Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Selasa, 3 September 2019 - 14:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Frans Kato

Suarafaktahukumcom – Kampanye hentikan kekerasan terhadap anak terus dikumandangkan dari berbagai lembaga perlindungan anak di negeri ini. Hal itu dilakukan karena merasa prihatin terhadap anak yang masih diperilakukan oleh oknum anggota masyarakat terhadap kekerasan .
Padahal perbuatan itu dinilai melanggar hukum dan akan berurusan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ,Polisi, Jaksa, Hakim . Dan terahkirnya dokter yang ditunujuk untuk mengeksekusi Hukum Kebiri Kimia,setelah mendapat kepastian hukum.

Keterkaitan dengan Hukum Kebiri Kimia tersebut masih pro dan kontra ditengah masyarakat, seharusnya tidak boleh ada yang kontra, jika mereka kasihan terhadap anak atas perbuatan bejat yang di lakukan oleh anggota masyarakat tersebut maka seharusnya mendukungnya dengan demikian orang akan memikir untuk melakukan tindakan kekerasan seksual kepada anak,lebih dari itu perbuatan seksual itu merupakan perbuatan yang tidak baik dan melanggar hukum .

Seseorang yang sampai dikenakan hukum kebiri karena ia telah melakukan kekerasan seksual kepada anak lebih dari satu . Oleh karena itu maka Perintah undang – undang yang bersangkutan harus dikibiri kimia dan dilaksanakan .
Selain kekerasan seksual masih ada lagi kekerasan yang lain yang sering kita jumpa seperti kekerasan fisik dan non fisik . Dan hal itu bertentangan dengan undang – udanga No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dimana mereka belum memahami mengenai kedudukan anak di lingkungan keluarga besereta hak- hak dasar yang dimilikinya sebagai individu.

Setiap kekerasan yang dilakukan terhadap anak dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang dan kelangsungan hidup anak – anak .Oleh karena itu kita harus sepakat kekerasan perlu dicegah. Dikhwatirkan anak – anak akan tumbuh menjadi generasi yang mengedepankan kekerasan sebagai cara dalam menyelesaikan masalah mereka.

Ini yang tentunya kita tidak inginkan bersama. Oleh karena itu masyarakat harus tahu tentang kedudukan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat. Lalu tindakan kongkritnya apa yang kita lakukan? Stop melakukan kekerasan terhadap anak. Namun,masyarakat juga perlu tahu apa yang dimaksudkan dengan kekerasan terhadap anak. Kekerasan itu adalah sebuah tindakan kekerasan secara Fisik , Mental ,Sosial dan Seksual yang dilakukan oleh orang –orang yang tidak bertanggung jawab.
Kekerasan fisik seperti dipukul /tempeleng ,ditendang, dijewer ,dicubit ,dilempar dengan benda – benda keras, dijemur dibahwa terik sinar matahari. Kita sepakat Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak baik. Begitu juga dengan kekerasan seksual yang keterlibatnya anak dalam kegiatan seksual yang mereka sendiri tidak paham.

Kekerasan Seksual ini dapat juga berupa perlakuan tidak senonoh dari orang lain. Seperti kegiatan yang menjurus pada pornografi . Perkataan- perkataan porno dan tindakan pelecehan organ seksual anak. Perbuatan cabul dan persetubuhan pada anak- anak yang dilakukan oleh orang yanga tidak bertanggung jawab merupakan perbuatan yang sangat tidak baik karena merusak masa depan anak itu sendiri . Oleh karena itu stop mendorong atau memaksa anak terlibat dalam kegiatan seksual pada kegiatan prostitusi.
Tindakan pengabaian dan penelantaran terhadap anak merupakan ketidak pedulian orangtua ,atau orang yang bertanggung jawab atas anak pada kebutuhan mereka seperti pengabaian pada kesehatan anak, penelataran pendidikan anak dan pengembangan emosi (terlalu dikekang). Begitu juga dengan kekerasan emosional adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan emosional anak.

Hal itu dapat berupa kata – kata yang mengancam . Menakut – nakuti. Berkata –kata kasar . Mengolok – olok anak. Perlakukan diskriminatif dari orangtua , keluarga , pendidik dan masyarakat. Membatasi kegiatan sosial dan kreasi anak pada teman dan lingkungannya. Kekerasan Ekonomi (Ekonomi Eksploitasi Komersial ). Penggunaan tenaga anak untuk bekerja dan kegiatan ilainnya demi keuntungan orangtuanya atau orang lain sepetti menyuruh anak untuk bekerja secara berlebihan.

Siapa Korban?

Semua anak dapat menjadi korban kekerasan termasuk anak kandung, anak kandung yang tidak dikehendak kelahirannya, anak tiri , anak yang menjadi murid di sekolah umum, madrasah, pondok pesantren dan susteran. Anak – anak yang tinggal di pantai asuhan. Anak- anak yang beraktifitas di jalan , terminal,stasiun kreta api, pelabuhan , lampu merah dan pasar. Anak hasil perkawinan dini . Anak korban perceraian. Hal itu juga terjadi pada anak orang kaya , terpelajar dapat menjadi korban kekerasan.

Siapa Pelaku?

Pelaku adalah semua orang yang berada di lingkungan kehidupan anak, termasuk : orangtua yang tidak menghendaki kelahiran anak. Orangtua tiri dan saudari tiri. Teman – teman sebaya . Orangtua kandung karena kasus perceraian , ketidak mampuan ekonomi dan kurangnya pendidikan . Orang- orang yang berinteraksi dilingkungan jalanan (terminal ,stasiun kereta api, pasar ,pelabuhan, lampu merah, penjualan asongan) Dan tidak menutup kemungkinan orangtua kandung juga ada yang melakukan hal itu.
Dampak yang terjadi dari kekerasan yakni anak mengalami rasa takut yang berlebihan. Anak akan menarik diri dari kehidupan sosial . Oleh karena itu kita sepakat stop kerasan karena perbuatan itu kurang baik dan dinilai melanggar hukum dan merusak masa depan anak itu sendiri.

Berita Terkait

CAGAR WISATA PANTAI MBU’U WOLOTOPO NDONA
SINDROM STEVEN –JOHSON ATAU NEKROLISIS EPIDERMAL TOXIC  GANGGUAN PADA KULIT YANG MENGANCAM JIWA
Politisi dan Kedunguan Bertutur, Sesat Menarasikan Logika, Pesan Cinta Untuk Yes Loudoe
Selamat Datang Nahkoda  Baru Kabupaten Ende  
Wakil Rakyat Harapan Rakyat Jangan Pikir Soal Korupsi
Merangke Kata Merai Kemampuan Menulis
Merdeka Atau Baru Merdeka
Jakarta Lumpuh Akibat Listrik Padam Total: Negara dan Pemda Gagal Dalam Proses Operasional Pelayanan…!!! Apa Solusinya…???

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 10:24 WITA

Lantik Penjabat Bupati Kupang dan Ende, Ayodhia Kalake Minta Berikan Pengabdian dan Pelayanan yang Tulus

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:45 WITA

Danrem 161/WS Pimpin Ziarah Dalam Rangka HUT Korem 161/WS ke-63 di TMP Dharma Loka Kota Kupang

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:59 WITA

Korem 161/Wira Sakti gelar Tradisi Penerimaan Danrem 161/Wira Sakti

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:48 WITA

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes,S.E.,M.M resmi jabat Danrem 161/Wira Sakti

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Polda NTT Kerahkan 2.957 Peronil dalam OPS Ketupat 2024

Kamis, 4 Apr 2024 - 10:15 WITA

Hukum Kriminal

Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS

Kamis, 28 Mar 2024 - 11:55 WITA

Nasional

Provinsi NTT Raih Sejumlah Penghargaan TOP BUMD Awards 2024

Jumat, 22 Mar 2024 - 11:11 WITA