Merangke Kata Merai Kemampuan Menulis

Jumat, 23 Agustus 2019 - 12:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarafaktahukum.com.,kupang Menulis jika lihat sepintas sepertinya muda bagi yang mahir tapi bagi pemula akan mengalami kebingungan karena ia tak tahu akan mulai dari mana .
Fenomena yang demikian agar menulis menjadi budaya maka dilembaga pendidikan perlu mengajar tentang menulis mulai dari tingkat SMP sampai SMA/ SMK , sehingga kelak di kemudian hari ditugaskan membuat laporan atau artikel lainnya , siswa dapat melaksanakan hal tersebut dengan baik .
Oleh karena itu sebelum siswa melakukan praktek tentang menulis , guru harus memberi penjelasan tentang kerangka tema yang akan di bahaskan oleh siswa . Kerangka tema itu merupakan bagian dari beberapa alinea yang memuat beberapa sub tema yang akan dibahaskan . Antara alinea yang satu dengan yang lain harus ada hubungan korensik atau hubungan sebab akibat sehingga tidak membingungkan pembaca dalam membaca tulisan tersebut, lebih dari itu untuk melancarkan aluran jalan ceritera .
Dalam praktek menulis seperti yang saya sampaikan terdahulu bahwa pemula akan mengalami kesulitan maka kehadiran guru untuk membimbing sangat diharapkan . Lewat pelatihan menulis yang terus menerus dan ada kemauan yang keras dari siswa untuk belajar , saya yakin cepat atau lambat kesulitan yang dihadapi tersebut dapat diatasi ,menulis bukan kesukaan melainkan proses belajar sehingga sumber daya manusia sangat dibutuhkan .

Motivasi

Ada cara yang kita lakukan terhadap siswa agar mereka lebih serius terhadap dunia tulis menulis antara lain kita memperdayakan Majalah Dinding ( mading ) yang ada di sekokah . Mading ini akan lebih terbuka mengemukan unek – unek , siswa yang selama ini mungkin tertutup . Melalui tulisannya siswa dapat mencurahkan segala isi hatinya , baik melalui tulisan yang berupa ceritra pendek , puisi, curahan hati , kari katur , humor dan lain sebagainya yang sifatnya positif .
Tulisan siswa tersebut di seleksi secara obyektif dan yang dinilai baik di pajang di Majalah Dinding . Dengan demikian mereka akan merasa bangga menyusul tulisan mereka dipajang.
Guru juga membuat tulisan dan kemudian dipajang di majalah dinding (manding ) dengan demikian tidak secara langsung kita mengajarkan siswa untuk mengikuti cara menulis yang baik yang dilakukan guru.
Selain itu ada cara lain yang kita lakukan supaya siswa suka dengan dunia tulis menulis yakni siswa disuruh membuat keliping yang digunting dari surat kabar , Majalah atau sumber lainnya , kemudian disuruh buat buku dari kumpulan kliping yang sejenis . Namun , yang perlu kita ketahui tulisan dari buku keliping itu, nilai aktualnya sudah tak ada terkecuali langsung dari nara sumbernya. Buku itu, kata pengantar dan kesimpulannya dibuat oleh siswa sendiri. Dengan demikian, jika hal itu serius dilakukan oleh guru yang berkompeten dibidangnya saya yakin siswa akan suka dengan dunia tulis menulis .

Budaya

Dari sudut kultur ,budaya kita tidak terbiasa dengan budaya tulis dan lebih condong pada budaya bicara ,maka tiba giliran urusan yang berkaitan dengan tulis menulis kita akan mengalami kesulitan . Di lain pihak permasalahan yang paling mendasar dan dianggap tradisi menulis masih lemah di kalangan siswa karena dipicu oleh beberapa hal seperti masih banyak yang beranggapan bahwa ilmu eksakta seperti Matematika, Fisika ,Kimia dan lain -lainnya ,lebih menjanjikan masa depan dibandingkan dengan ilmu – ilmu non eksta seperti bahasa , sosial dan lain – lain . Akibat dari hal itu siswa lebih suka belajar rumus – rumus matematika , fisika, .
Dibandingkan corat – coret membuat sebuah tulisan yang belum tentu ada hasilnya.
Dewasa ini tulis menulis tidak lagi dilihat sebelah mata karena orang yang memiliki ketrampilan menulis dapat menghidupkan keluarganya dari hasil menulis. Dengan demikian saya mengajak kepada siswa untuk jangan putus asa belajar soal menulis.

( opini ini ditulis oleh Frans kato )

Berita Terkait

CAGAR WISATA PANTAI MBU’U WOLOTOPO NDONA
SINDROM STEVEN –JOHSON ATAU NEKROLISIS EPIDERMAL TOXIC  GANGGUAN PADA KULIT YANG MENGANCAM JIWA
Politisi dan Kedunguan Bertutur, Sesat Menarasikan Logika, Pesan Cinta Untuk Yes Loudoe
Selamat Datang Nahkoda  Baru Kabupaten Ende  
Hentikan Kekerasan Terhadap Anak
Wakil Rakyat Harapan Rakyat Jangan Pikir Soal Korupsi
Merdeka Atau Baru Merdeka
Jakarta Lumpuh Akibat Listrik Padam Total: Negara dan Pemda Gagal Dalam Proses Operasional Pelayanan…!!! Apa Solusinya…???
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 11:47 WITA

Pemprov NTT Serahkan SK Pengangkatan kepada 1443 Guru PPPK Tahun 2023

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:33 WITA

Danrem 161/Wira Sakti pimpin Acara Sertijab dan Laporan Tradisi Korps Kasi Log Kasrem 161/Wira Sakti

Kamis, 9 Mei 2024 - 17:19 WITA

Pj. Gubernur NTT Gelar Jamuan Makan Malam Bersama Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Para Kardinal dan Para Uskup Se-Indonesia dan Timor Leste

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:33 WITA

Penjabat Gubernur Launching Alat Kesehatan Kateterisasi Jantung di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Berita Terbaru