Merdeka Atau Baru Merdeka

Rabu, 14 Agustus 2019 - 12:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarafaktahukumcom – Cita – cita proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia , tersurat pada “pembukaan ” Undang – udang Dasar 1945 . Di situ tercermin hak paten keluhuran awal bangsa ini menyangkut komitmen yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi ini karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan prikeadilan . Makna kata “penjajahan ” tidak berarti sempit . Artinya ,penjajahan bukan berarti hanya merupakan penindasan manusia atas manusia atau implikasi dari faham kolonial dan imprealisme .
Penjajahan dapat berarti luas pada indikasi penjajahan ekonomi ,politik, budaya, dan faham (isme ) . Bertolak dari konteks pemikiran ini, maka penjajahan bangsa lain terhadap bangsa Indonesia dapat diakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 ,ketika proklamasi Kemerdekaan RI di bacakan Bung Karno dan Bung Hatta . Keduanya pemimpin bangsa ini , kemudian meramu dasar dan ideologi Negara pancasila . Sesudah itu mencanangkan tiga pilar yang disebut Trisakti . Yakni , berdikari di bidang ekonomi ,berdikari di bidang kebudayaan dan berdikari dibidang politik . Berdikari artinya ,berdiri di atas kaki sendiri. Konsepsi ini berjalan ketika Bung Karno masih memangku jabatan sebagai presiden RI . Dia mampu membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kemandirian di bidang politik dengan cara tidak tergabung dalam kegiatan kepitalisme ( Amerika Serikat ,dkk ) . Dan juga tidak menganut faham komunis ( kominisme ) yang dikembang oleh Uni Soviet , cina dan sebagainya . Melainkan Indonesia mempelopori gerakan non blok dengan mengawali kegiatannya melalui konfrensi Asia Afrika di bandung . Begitu juga di bidang ekonomi indonesia mampu mencegah impor barang dan jasa dan dapat menguasai pasar indonesia . Kemandirian dibidang ekonomi digerakan oleh Bung Karno dengan memperkokoh gerakan koperasi . Dia menolak gerak kapitalisme menguasai kekayaan indonesia . Semua kekayaan indonesia dalam perut bumi Nusantara ,seperti emas , batu bara , miberal , gas bumi dan sebagainya dikuasai oleh pemerintah untuk digunakan bagi kemaslahatan rakyat indonesia . Berdikari dibidang kebudayaan , juga digencarkan dengan menumbuhkan kembangkan kebudayaan yang berdasarkan kepribadian indonesia . Itulah makna “merdeka ” yang dipraktekan oleh pendiri bangsa ini, Bung Karno dan Bung Hatta.
Lantas bagaimana kenyataan sekarang ini pasca runtuhnya pemerintahan Soekarno dan pemerintahan Soeharto . Kita memiliki makna baru yang terlukis pada dimensi kemerdekaan . Bumi dan semua kekayaan indonesia di kuasai oleh kapitalisme . Anak bangsa menjadi penonton di ruma sendiri. Kekayaan bumi indonesia terus dikuras oleh kegiatan kapitalisme .”Dampak dari itu ,pengangguran dan kemiskinan grafiknya naik turun. Pemerinta belum mampu menampung semua anak bangsa untuk bekerja. Akibat dari itu menjadi Tenaga kerja Indonesia (TKI ) dan tenaga kerja wanita (TKW) di luar negri .
Padahal ,kekayaan perut bumi indonesia ,adalah yang terbesar di dunia. Namun semuanya itu belum mampu di kuasa Indonesia . Tapi dikuasai oleh negara lain melalui kegiatan kapitalisme dalam bentuk penjajahan ekonomi. Itulah merdeka baru. Lantas bagaimana dengan makna kata “baru merdeka”ketika indonesia mampu menjadi tuan ruma dinegri sendiri . Mampu membuat Jepang tergantung hidupnya dari indonesia lantaran kebutuhan gas jepang dibeli dari indonesia . Kebutuhan batu bara Cina tergantung dari indonesia karena mampu membeli dari indonesia .Kebutuhan minyak singapore dan amerika ,tergantung dari indonesia . Kebutuhan minyak kelapa sawit malaysia dan dunia tergantung dari indonesia. Semua hal itu menjadi paradoks lantaran indonesia tergantung dari mereka . Jadi kapan kita menikmati baru merdeka atau merdeka. Penulis adalah pemerhati sosial .

Cita – cita proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia , tersurat pada “pembukaan ” Undang – udang Dasar 1945 . Di situ tercermin hak paten keluhuran awal bangsa ini menyangkut komitmen yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi ini karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan prikeadilan . Makna kata “penjajahan ” tidak berarti sempit . Artinya ,penjajahan bukan berarti hanya merupakan penindasan manusia atas manusia atau implikasi dari faham kolonial dan imprealisme .
Penjajahan dapat berarti luas pada indikasi penjajahan ekonomi ,politik, budaya, dan faham (isme ) . Bertolak dari konteks pemikiran ini, maka penjajahan bangsa lain terhadap bangsa Indonesia dapat diakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 ,ketika proklamasi Kemerdekaan RI di bacakan Bung Karno dan Bung Hatta . Keduanya pemimpin bangsa ini , kemudian meramu dasar dan ideologi Negara pancasila . Sesudah itu mencanangkan tiga pilar yang disebut Trisakti . Yakni , berdikari di bidang ekonomi ,berdikari di bidang kebudayaan dan berdikari dibidang politik . Berdikari artinya ,berdiri di atas kaki sendiri. Konsepsi ini berjalan ketika Bung Karno masih memangku jabatan sebagai presiden RI . Dia mampu membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kemandirian di bidang politik dengan cara tidak tergabung dalam kegiatan kepitalisme ( Amerika Serikat ,dkk ) . Dan juga tidak menganut faham komunis ( kominisme ) yang dikembang oleh Uni Soviet , cina dan sebagainya . Melainkan Indonesia mempelopori gerakan non blok dengan mengawali kegiatannya melalui konfrensi Asia Afrika di bandung . Begitu juga di bidang ekonomi indonesia mampu mencegah impor barang dan jasa dan dapat menguasai pasar indonesia . Kemandirian dibidang ekonomi digerakan oleh Bung Karno dengan memperkokoh gerakan koperasi . Dia menolak gerak kapitalisme menguasai kekayaan indonesia . Semua kekayaan indonesia dalam perut bumi Nusantara ,seperti emas , batu bara , miberal , gas bumi dan sebagainya dikuasai oleh pemerintah untuk digunakan bagi kemaslahatan rakyat indonesia . Berdikari dibidang kebudayaan , juga digencarkan dengan menumbuhkan kembangkan kebudayaan yang berdasarkan kepribadian indonesia . Itulah makna “merdeka ” yang dipraktekan oleh pendiri bangsa ini, Bung Karno dan Bung Hatta.
Lantas bagaimana kenyataan sekarang ini pasca runtuhnya pemerintahan Soekarno dan pemerintahan Soeharto . Kita memiliki makna baru yang terlukis pada dimensi kemerdekaan . Bumi dan semua kekayaan indonesia di kuasai oleh kapitalisme . Anak bangsa menjadi penonton di ruma sendiri. Kekayaan bumi indonesia terus dikuras oleh kegiatan kapitalisme .”Dampak dari itu ,pengangguran dan kemiskinan grafiknya naik turun. Pemerinta belum mampu menampung semua anak bangsa untuk bekerja. Akibat dari itu menjadi Tenaga kerja Indonesia (TKI ) dan tenaga kerja wanita (TKW) di luar negri .
Padahal ,kekayaan perut bumi indonesia ,adalah yang terbesar di dunia. Namun semuanya itu belum mampu di kuasa Indonesia . Tapi dikuasai oleh negara lain melalui kegiatan kapitalisme dalam bentuk penjajahan ekonomi. Itulah merdeka baru. Lantas bagaimana dengan makna kata “baru merdeka”ketika indonesia mampu menjadi tuan ruma dinegri sendiri . Mampu membuat Jepang tergantung hidupnya dari indonesia lantaran kebutuhan gas jepang dibeli dari indonesia . Kebutuhan batu bara Cina tergantung dari indonesia karena mampu membeli dari indonesia .Kebutuhan minyak singapore dan amerika ,tergantung dari indonesia . Kebutuhan minyak kelapa sawit malaysia dan dunia tergantung dari indonesia. Semua hal itu menjadi paradoks lantaran indonesia tergantung dari mereka . Jadi kapan kita menikmati baru merdeka atau merdeka.

Penulis: Frans Kato  (Pemerhati Sosial)

Berita Terkait

CAGAR WISATA PANTAI MBU’U WOLOTOPO NDONA
SINDROM STEVEN –JOHSON ATAU NEKROLISIS EPIDERMAL TOXIC  GANGGUAN PADA KULIT YANG MENGANCAM JIWA
Politisi dan Kedunguan Bertutur, Sesat Menarasikan Logika, Pesan Cinta Untuk Yes Loudoe
Selamat Datang Nahkoda  Baru Kabupaten Ende  
Hentikan Kekerasan Terhadap Anak
Wakil Rakyat Harapan Rakyat Jangan Pikir Soal Korupsi
Merangke Kata Merai Kemampuan Menulis
Jakarta Lumpuh Akibat Listrik Padam Total: Negara dan Pemda Gagal Dalam Proses Operasional Pelayanan…!!! Apa Solusinya…???

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 10:24 WITA

Lantik Penjabat Bupati Kupang dan Ende, Ayodhia Kalake Minta Berikan Pengabdian dan Pelayanan yang Tulus

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:45 WITA

Danrem 161/WS Pimpin Ziarah Dalam Rangka HUT Korem 161/WS ke-63 di TMP Dharma Loka Kota Kupang

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:59 WITA

Korem 161/Wira Sakti gelar Tradisi Penerimaan Danrem 161/Wira Sakti

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:48 WITA

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes,S.E.,M.M resmi jabat Danrem 161/Wira Sakti

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Polda NTT Kerahkan 2.957 Peronil dalam OPS Ketupat 2024

Kamis, 4 Apr 2024 - 10:15 WITA

Hukum Kriminal

Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS

Kamis, 28 Mar 2024 - 11:55 WITA

Nasional

Provinsi NTT Raih Sejumlah Penghargaan TOP BUMD Awards 2024

Jumat, 22 Mar 2024 - 11:11 WITA