Politisi dan Kedunguan Bertutur, Sesat Menarasikan Logika, Pesan Cinta Untuk Yes Loudoe

Senin, 31 Mei 2021 - 11:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Patris Kami, Kandidat Doktor Fakultas Ilmu Budaya Unud

Kupang-Suarafaktahukum com.
“Salah Bahasa Rusak Konsep, Salah Konsep Hancur Persepsi, Salah Kata Badan Binasa” Itulah sepenggal ungkapan sebagai tolak ukur kekuatan diri manusia yang selalu terlihat dari sejauhmana ia menyampaikan pesan, entah dalam ruangan gelap, ruangan tertutup, ruang bersenyap, ruangan terbuka yang tak ada seorangpun didepannya namun pesan tetap tersampaikan, apalagi seseorang dikategorikan sebagai publik figur dan tokoh politik yang saat ini sedang menduduki jabatan legislatif tertinggi di kota karang, yang mewakili sebagai Ibu Kota Provinsi dengan simbol pemegang sertivikat sebagai Provinsi bertoleransi tingkat Nasional.

Ketika menonton dan mendengarkan Video yang berdurasi satu menit lima detik, dari hasil penggalan yang dimungkinkan dari hasil rekaman video panjang, sebagai putra Flores dan beriman Katolik, saya mencoba memuncilkan beberapa prespektif untuk membuka kedunguan bertutur dari politis senior di Kota Kupang, yang tidak lain saat ini sedang menduduki jabatan tertinggi pada kursi legislatif (Ketua DPRD) Kota Kupang, Yeskiel Loudoe (YL).

Pertama, YL bertutur dengan nada miris yang menyatakan bahwa ia adalah seorang manusia yang beragama Protestan dan bersuku Rote, tentunya narasi dungu ini secara sepintas terlihat YL tidak mewakili siapapun, namun dilihat secara adminitratif, tentunya YL bicara saat itu kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang, dan itu jika dilihat motif dan dinamika politik akhir-akhir ini, mulai dari mosi tidak percaya dari sejawatnya hingga berujung demonstrasi oleh aliansi Mahasiswa di Kota Kupang yang meminta YL mundur.
Presepektif pertama ini, sepatutnya YL sudah salah kapra dalam memilih diksi dan narasi yang dikategorikan sebagai penebar ungkapan tidak menyenangkan bukan hanya kepada masyarakat Flores dan beragama katolik, namun narasi itu membuat simbol dan ikon sebagai provinsi dengan predikat provinsi bertoleransi menjadi luntur dan tak ada maknanya sama sekali.

Kedua, Kedunguan bernarasi yang disampaikan oleh YL tersebut sebagai bentuk tendensius dan menunjukan ketidakcerdasan dalam menyampaikan pesan Cinta Pembelaan Diri.
Wajar Ungkapan ini “Salah Bahasa Rusak Konsep”. Sesungguhnya YL sadar yang dikecam oleh sejumlah mahasiswa melalui aksi-aksi mereka itu ditujukan kepada seorang Yeskiel Loudoe yang nota bene sebagai ketua DPRD Kota Kupang. Sepantasnya pilihan kata yang tepat disampaikan itu adalah “kedunguan bernarasi YL”, sepatutnya dan sewajarnya itu disampaikan karena dianggap rasisme dan membuat kegaduha bernalar bagi banyak generasi.
Sebagai publik figur, seharusnya YL mempertimbangkan banyak aspek dan deteksi diri dalam penyampaian pesan kepada siapapun dan dimanapun tempat penyampaian pesan, mengapa, karena YL adalah pucuk pimpinan DPRD Kota Kupang, yang seharusnya sebagai penyalur berkat cinta di kursi empuk dengan narasi-narasi perjuangan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat kota Kupang.

Ketiga, YL ingin mempertahankan kedudukannya dengan memunculkan narasi dungu untuk menggaet hati sesama latar pikir.
Narasi kedunguan yang dilafalkan YL tersebut terlihat Ingin keluar dari zona tidak aman, namun salah sasaran dan pelesatan ucapan sesat malah menjadi boomerang bagi dirinya sendiri dan ungkapan inilah yang harus diterima YL “Salah Kata Badan Binasa”. Narasi dungu itu sebagai bentuk penyesatan dan harus diselesaikan dengan arif dan bijaksana tanpa memunculkan narasi baru yang malah menhancurkan tatanan dan nilai kekeluargaan yang dibangun sejak lama dengan payung besar NTT “Flobamorata”

Keempat, YL Harus diberi sanksi
Jika dilihat rekaman tersebut, jelas YL harus mendapatkan sanksi tegas agar tidak menimbulkan gegaduhan berkepanjangan. Narasi kedunguan itu sesungguhnya tak pantas disampaikan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. YL dianggap sebagai warga kota Kupang pertama yang merusak tatanan nilai, tatanan rasa dan tatanan kebatinan melalui ucapan dan perkataan kepada masyarakat Flores dan Umat Katolik.

Kelima, NTT merupakan provinsi dengan peringkat tolernasi Nasional dan kota kupang menjadi simbol utama bagi provinsi ini, tak boleh ada tras baru yang membuat perpecahan yang dapat merugikan semua pihak. Masyarakat NTT harus menang dari Kedunguan Narasi YL.

Berita Terkait

CAGAR WISATA PANTAI MBU’U WOLOTOPO NDONA
SINDROM STEVEN –JOHSON ATAU NEKROLISIS EPIDERMAL TOXIC  GANGGUAN PADA KULIT YANG MENGANCAM JIWA
Selamat Datang Nahkoda  Baru Kabupaten Ende  
Hentikan Kekerasan Terhadap Anak
Wakil Rakyat Harapan Rakyat Jangan Pikir Soal Korupsi
Merangke Kata Merai Kemampuan Menulis
Merdeka Atau Baru Merdeka
Jakarta Lumpuh Akibat Listrik Padam Total: Negara dan Pemda Gagal Dalam Proses Operasional Pelayanan…!!! Apa Solusinya…???

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 10:24 WITA

Lantik Penjabat Bupati Kupang dan Ende, Ayodhia Kalake Minta Berikan Pengabdian dan Pelayanan yang Tulus

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:45 WITA

Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake Lantik dan Kukuhkan 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:00 WITA

Penjabat Gubernur Buka Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak dan Penghijauan di Lingkungan RSUP dr.Ben Mboi

Kamis, 29 Februari 2024 - 12:42 WITA

Anggota TNI Mendapat Penyuluhan Hukum di Makorem 161/Wira Sakti

Rabu, 28 Februari 2024 - 07:37 WITA

Inovasi Hebat, Masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:45 WITA

Danrem 161/WS Pimpin Ziarah Dalam Rangka HUT Korem 161/WS ke-63 di TMP Dharma Loka Kota Kupang

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:59 WITA

Korem 161/Wira Sakti gelar Tradisi Penerimaan Danrem 161/Wira Sakti

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:48 WITA

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes,S.E.,M.M resmi jabat Danrem 161/Wira Sakti

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Polda NTT Kerahkan 2.957 Peronil dalam OPS Ketupat 2024

Kamis, 4 Apr 2024 - 10:15 WITA

Hukum Kriminal

Laporkan Kasus KDRT, Ivony Non minta suaminya Ditahan Polres TTS

Kamis, 28 Mar 2024 - 11:55 WITA

Nasional

Provinsi NTT Raih Sejumlah Penghargaan TOP BUMD Awards 2024

Jumat, 22 Mar 2024 - 11:11 WITA